Rabu, 03 Oktober 2018

Surat untuk dikau sahabat

Tahukah dikau duhai sahabat
Hari dimana kutuliskan tinta berwarna di hari hari yang telah berlalu
Kaulah protagonis dalam cerita
Dimana kau berada disana jua ku berada

Hingga suatu hari
Kau tahu aku terlupa akan adanya dikau disitu
Ooh betapa cerobohnya aku
Jalanmu perlahan sedikit beralih derajat
Dan ku hanya terdiam

Kau arungi garamnya samudra disana
Kabarpun sudah mulai tarik ulur tak terkira

Ketika terbaca kutipan tulisanmu
Apakah dikau tahu aku membacanya
Yang bahkan mungkin bukan tertujukan padaku
Apa...
Dan masih ku terdiam
Dasar tak tahu diri
Terucap dari sebuah cermin didepanku

kubiarkan kau terbang melingtang
Bak burung merpati kesukaanku
Entah apa yang akan ada di hadapanmu nanti

Tapi sebuah kata yang ingin kusampaikan padamu

Jangan biarkan kesendirian melandamu
Karena pesawat telephon pun ada
Ketika kau terbelenggu
Ingatlah apa yang harus kamu ingat
Ketika kau terjatuh
Ingatlah ketika bayi, tak akan bisa berjalan tanpa berani terjatuh
Ketika sebuah masalah
Itulah cara yang Tuhan berikan untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sisi

PenyendJikadiri tinggal dalam kenangan Terbawa hanyut seperti sebuah segmen cerita Sebuah janji tersembunyi dalam waktu Kental menjadi ku...