Rabu, 24 Oktober 2018

Syair sendiri

Malam ini musik terdengar sepi
Meskipun dengan beberapa jajar minuman itu
Rokok ?
Argh... sudah dulu, jalan masih panjang ke depan

Terbuka lembar yang telah berlalu
Sang atot pun berbicara
Betapa banyak dosa yang kuperbuat
Dan tak satupun yang sebiji pasir

Lampu kuning yang begitu indah dalam redup
Mwmberi sedikit camilan kepada para penghorup oksigen malam
Indah dalam secuil rahimNya

Bulatan cahaya langit malam
Dengan ceres yang terasa berbeda ketika dipandang
Dan dirasakan
Entah apa yang akan terjadi

Kemarin adalah masalalu
Besok adalah angan angan
Dan diantara merakalah kebenaran yang ada
Dan lagi... tak ada penyesalan at begin

Genggaman temanlah yang akan menyelamatkanmu
Yakinkan hatimu, mereka tahu apa yang mereka lakukan
Dalamhati mereka membutuhkanmu, begitupun sebaliknya pula bukan ?
Keberagaman manunggal
Something is your everything

Dan apa benar kamu dalam kebahahiaan ?
Dunia ?
Yang benar saja

Senin, 22 Oktober 2018

Tau ngga sih, sebenernya sekolah itu apa ?

Sekolah ???
Sudah pasti tidak asing bukan di telinga kita, apalagi yang sudah pernah makan bangku sekolah 😆

Survei dari beberapa orang,

"Apasih sekolah itu ?, apa bangunanya ?, apa bukunya ?, apa apanya ?"
(Dulu ada seseorang kakak baik yang bertanya kpd ku dan temwn2 waktu itu)

(Sebagian dari mereka menjawab) "proses belajarnya"

(Beberapa lainya) masih agak kebingungan, "oiya ya, sekolah itu apa ya ?"

(Ada juga yang menjawab) "karena ada guru / yang mengajari"

Masuk semua sih jawabanya kalo di lihat dari beberapa segi (timpalnya)

Trus setelah itu, ternyata itu kakak tidak dilanjutin tuh pertanyaan
Kaga di jawab.... mana udah pengen tahu banget
Kalo istilahnya  temen temen tu "kepo"

Agak kecewa sih, tapi seorang kakak mesti punya maksut tertentu dalam tindakanya tersebut
Waktu itu masih sekolah sih, tapi kelas berapa lupa 😅

Baru inget lagi setelah beberapa waktu,

"Apasih sekolah itu ?"

Pengen tahu kaga sih ?
Uda pernah cari di google ?
Apa buku buku bacaan ?

dari segi bahasa, kata "Sekolah" itu  diadobsi dari bahasa inggris school dan bahasa latinya adalah "skhole", "scola, "scolae", dan "schola" yang ternyata memilki arti kata "waktu luang"

Awalnya sih aku juga ngga nyangka, dan akhirnya   ternyata oh ternyata esensinya sekolah itu to

Kalo sejarah sekolahan, mungkin bisa googling 😆
Dan kenapa sih kok ada sekolahan ?, hehe maap kita tidak membahas tentang itu dulu.

Tapi kalo dilihat dari sekolahan yang ada saat ini,  sebuah sekolahan bisa dikatakan sekolahan jika ada yang mengajar atau guru, dan yang di ajari atau murid

Iya ngga sih ?

Iya aja deh 😆

Pernah merefleksikan ke sesuatu yang berbeda ?

Seperti, apa sih sebenarnya hidup itu ?
Hehe

Udah gitu aja ya, itung itung belajar menulis
Jika ada kata yang kurang berkenan mohon maap ya 😆
Sekian, dan terimakasih

Senin, 15 Oktober 2018

Pengen tahu cara mengurangi populasi ulat dengan bahan alami dan mudah ?

Sebentar sebentar
Cerita pengalaman yak 😃

Ini berawal dari sebuah kata dari mereka yang pernah ber aplikasi,

Nah, ceritanya begini
Ketika sore itu...., kulihat halaman belakang rumah dan memang itu rutin karena siram2  biar mereka ngga haus 😆

Sekitar 120 polybag tertacap lues tanaman bungkul
Ketika kudekati,
Beberapa daung mulai berlobang
Dan hanya beberapa pohon saja yang mengalaminya
Di siangilah jadinya

Beberapa hari karena sesuatu jadi ku kebagian di lahan lain
Dan setelah itu.....
Masih sedikit juga yng berlobang daunya
Tapi sudah mulai merata

Eh iya, ada ada sebuah formula yang katanya sih   ampuh

Bahanya sederhana, buka kimia anorganik pula
Nah ketika itu juga, ada bahan utamanya sisa dari sebuah proses

Kucoba meracik dengan fersi yang agak berbeda dg mereka
Setelah 3 hari perendaman, kukeluarkan benar itu formula
Langsung lah kuberaksi
Kuangkat sebuah alat semprot, ember dan formula itu
Kutuangkan dengan takaran yang sekiranya pas dosisnya
Tidak kurang airpun juga kutambahkan
Ku aduk hingga terlihat merata
Dan aromanya masih tercium pekat, tapi sedikit...... hehe

Mulai ku tarik tuas di atas alat itu
Tongkat yang awalnya terdiam, keluarlah embun ketika ku pencet itu tombolnya
Wuuuusss
Menyebarlah hingga kau habis merata
(Kataku dalam hati)

Dan ke esokan hari dan selanjutnya
Alhamdulillah puji syukurku haturkan
Hewan itu mulai menghilang (ulat)

Dan formula itu adalaaaah.....
Bahan dan takaran

1. Tembakau (3/4 ons)
2. Bawang putih (5 siung)
3. Aer 1,5 liter

Di aduk itu hingga merata, ditutup rapat2 dan di diamkan minimal sekitar 3 hari

Dan dosis penggunaanya, sekitar 6 tutup botol per tangki 16 liter

(Hehe maklum ya, bahasanya kek gitu, lagi ada sesuatu soalnya 😆)
Selamat beraplikasi kawan

Minggu, 14 Oktober 2018

Sajak dinihari

Ucap salam ku titipkan kepada sebatang kayu
Terbawa desiran pasir tertiup angin dinihari
Akankah kau mendengarku wahai tempat perpijakanku ?

Bebrapa waktu tiada kata
Beberpa waktu tiada suara
Dan beberapa waktu daku terdiam

Lantunan bisik derai anginMu
Memeluk menembus sweeter ungu kelabu
Sungguh waktu tak akan pernah berhenti
Melangkah membawa segenapmtanggung jawab diri

Aku Kau Kau Akuku
Terngiang dibenak sebuah kata itu
Sebuah yang sulit dimengerti
Bahkan untuk seekor musang

Kau boleh memiliki semuanya
Semua yang ada
Milikku milikmu
Tapi tidak untuk CINTA

Cinta bukan negosiasi
Cinta bukan hanya senang
Mungkin merah itu waranya
Dan hati adalah tempatnya

Tapi taukah dikau
Mereka selalu berubah setiap saat
Tanpa diketahui
Tanpa pamit kepadamu

Tuangkan dan minum coklat panas itu
Kau akan baikan
Peluk erat rasa cintaNya
Pasti kau takkan kecewa

Senyummu, senyumku, senyum kita semua
Tawamu, tawaku, juwa tawa kita semua

Rabu, 03 Oktober 2018

Surat untuk dikau sahabat

Tahukah dikau duhai sahabat
Hari dimana kutuliskan tinta berwarna di hari hari yang telah berlalu
Kaulah protagonis dalam cerita
Dimana kau berada disana jua ku berada

Hingga suatu hari
Kau tahu aku terlupa akan adanya dikau disitu
Ooh betapa cerobohnya aku
Jalanmu perlahan sedikit beralih derajat
Dan ku hanya terdiam

Kau arungi garamnya samudra disana
Kabarpun sudah mulai tarik ulur tak terkira

Ketika terbaca kutipan tulisanmu
Apakah dikau tahu aku membacanya
Yang bahkan mungkin bukan tertujukan padaku
Apa...
Dan masih ku terdiam
Dasar tak tahu diri
Terucap dari sebuah cermin didepanku

kubiarkan kau terbang melingtang
Bak burung merpati kesukaanku
Entah apa yang akan ada di hadapanmu nanti

Tapi sebuah kata yang ingin kusampaikan padamu

Jangan biarkan kesendirian melandamu
Karena pesawat telephon pun ada
Ketika kau terbelenggu
Ingatlah apa yang harus kamu ingat
Ketika kau terjatuh
Ingatlah ketika bayi, tak akan bisa berjalan tanpa berani terjatuh
Ketika sebuah masalah
Itulah cara yang Tuhan berikan untukmu

Sisi

PenyendJikadiri tinggal dalam kenangan Terbawa hanyut seperti sebuah segmen cerita Sebuah janji tersembunyi dalam waktu Kental menjadi ku...