Hari mulai terasa gerah
Tabulampot berdwmpet tersenyum simpul
Berusaha tumbuh di setiap waktu
Situasi apapun
Beberapa waktu berlalu
Semerbak bunga bermekaran sebagai mahkota tangkai
Buah telah menjadi
Sepoi angin siang
Syahdu kantuk
Teringat suatu kenangan angan
Agh... dasar kau Bag
Kutindih tinta itu rapan rapat
Dan awal yang baik belum lah cukup
Masih ada tembok yang tinggi di depan sana
Sekali lagi air itu membuat semua terlihat dengan jelas
Dan tempat itu yang akan menentukanya
Ketika terjadi
Beberapa orang akan tumbuh sayap
Sebagian akan mencari tongkat penyangga
Dan yang lain masih terlelap dengan pulasnya
Duhai Sang Engkau
Maha Perubah dan Maha Penetap
Tetapkan selalu keImanan dalam hati pendusta ini