Sabtu, 20 Januari 2018

Budidaya cacing merah dengan media cocopite

Budidaya cacing merah atau cacing sutra sebenarnya susuh susah gampang, sebelumnya apa tujuan budidaya tersebut ? Untuk penghasilan ?, bahan baku obat ?, pakan ?, kosmetik ?, apa yang lainya ?

Nah disini yang akan kita bahas apa apa saja yang harus di persiapkan terlebih dahulu sebelum melakukan budidaya tersebut.

Yang pertama adalah mempersiapkan media untuk kelangsungan hidup cacing, dan disini kita memilih cocopite atau serbuk sepet sebagai media tempat hidup cacing, kenapa ?, karena cocopite bisa menjaga kelembapan dan kadar air sehingga kebutuhan air pada cacing dapat terjaga kecukupa air dan kelembapanya.

Dan yang kedua siapkan tempat untuk media tempat keberlangsungan hidup cacing, contoh disini adalah rak bertumpuk, kenapa bertumpuk ? Karena untuk memperbanyak ruang pelebaran tempat budidaya. (Contoh pada gambar yang tersedia)

Kemudian pilah media cocopite dengan membersihkan serabut yang dapat melukai cacing dan memperpersempit ruang gerak cacing. 
Masukkan ke dalam rak yang sudah di persiapkan pula, jangan lupa untuk tiap kaki rak untuk di beri wadah berisi air untuk antisipasi sumut masuk ke dalam media dan beri jarak sekitar 20 cm diantara tembok dengan rak tersebut juga.
Basahi dengan air secukupnya, hanya sampai basah saja dan usahakan jangan sampai menetes.

Untuk rak usahakan memiliki jarak antar rak sekitar 40 cm atau lebih ,untuk memudahkan pemberian pakan, dan ketinggian tampungan media yaitu sekitar 30 cm, isi cocopite sampai sekitar 8 cm dari permukaan. Wadah ukuran 0,5 x 3 meter dapar di isi bibit cacing sekitar 4 kg. Eits, tapi cacing jangan langsung di masukan, semprot tipis denga molase atau tetes media yang akan di gunakan. 

Perbandingan larutan molase atau tetes yaitu air satu liter dengan tetes seperempat liter atau sekitar 250 ml. Tunggu sekitar 14 - 21 hari. 

Dan kemudian media dapat di isi dengan cacing. Eits ada yang ketinggalan, beri baner bekas atau plastik pada rak sebelum cocopite dimasukan.

Untuk persiapan ke dua yaitu persiapan pakan.

Disini kita akan menggunakan pakan yaitu fermentasi gamblong. Kenapa ? Karena tidak menjijikan ketika akan di makan atau di jadikan obat sakit tifus, dan lain lain.

Bahan dan alat yang dibutuhkam :

1. Gamblong (usahakan yang gamblong basah) satu karung
2. Molase atau tetes gula 2,5 liter
3. Decomposser atau pengirai, dan disini kita makai pupuk manutta bawah.
4. Wadah tertutup seperti ember bertutup
5. Air sekitar 20 liter
Langkah pembuatan :
1. Larutkan decomposser atau pengurai dengan tetes ke dalan air
2. Masukan gamblong kedalam wadah yang akan di gunakan untuk fermentasi tersebut sedikit demi sedikit
3. Masukan larutan pertama tadi dan aduk merata dengan gamblong hingga merata
4. Tutup rapat wadah tempat fermentasi.

Fermentasi memerlukan waktu sekitar 21 hari sebelum bisa di gunakan.
Untuk pemberian pakan,

Fermentasi tersebut di campur dengan air kembali supaya tidak terlalu kental dan jangan sampai terlalu encer, ukuran pe.berian air, 3/5 ember gamblong dan air sekitar 2/5 ember.
Berikan pakan berbaris di tengah tengah media, dengan dua jalan atau dua baris. 

Tujuanya untuk mudahkan pemanenannya nanti. Pemberian pakan standart 3 hari sekali atu menyesuaikan sesuai tingkat kehabisan pakan pada media.

Lama budidaya yaitu sekitar 3 bulan. Tapi mulai satu bulan pertama jika ada cacing dewasa ia sudah mulai bisa berkembangbiak disana. Untuk perawatan tambahan yaitu penyemprotan tipis air kembali jika media terlihat kering. Tempatkan pada tempat yang tidak terlalu lembab dan jauh dari tetesan embun air hujan.

Jika ada hama jangan sampai menyemprotnya karena cacing sangatlah sensitif terhadap apapun.
Selamat mencoba dan sukses buat anda dan jika inginelihat budidaya lahan sempit program kandirian pangan Bapak Kiai Tanjung silakan membuka arizal287.blogspot.com . Sekian semoga banyak membawa manfaat danendapat beberan berkah shawab pangestuNya, amin.
Salam nusantara bangkit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sisi

PenyendJikadiri tinggal dalam kenangan Terbawa hanyut seperti sebuah segmen cerita Sebuah janji tersembunyi dalam waktu Kental menjadi ku...