Belut adalah hewan yang kaya akan omega tiga yang banyak berfungsi bagus untuk memberi asupan lebih pada dendrit pada otak yang selalu berkembang.
Kali ini kami akan berbagi sedikit tentang bagaimana dan apasaja yang harus di persiapkan untuk budidaya belut dalam drum, kenapa kok memakai drum ? Karena supaya bisa di taruh lahan lahan sela sekitar rumah anda untuk kemandiria pangan dan bisa jadi akan menambah penghasilan daripada didiamkan lahan tersebut.
Untuk persiapan awal yaitu media tempat berlangsungnya hidup belut, disini kami menggunakan drum berukuran diameyer 50 cm dan tinggi 1 meter dengan di beri libang seperti pada foto, lubang yang di fungsikan untuk pembuangan air yang harus beberapa kali diganti sewaktu budidaya nanti. Lubang kotak pada pinggir drum untuk jalan utama memasukan media tanah dan lainya, ukuran lubang berbentuk persegi panjang yaitu sekitar 35 cm kesamping dan 50 cm ke atas bawah. Sebelum di gunakan, isi drum dengan air dan beri gedebong pisang yang masih basah untuk menetralkan kondisi drum tersebut sekitar seminggu.
Untuk media tanahnya, pertama disini kami menggunakan campuran tanah sawah dan bokasi dengan perbandingan tanah 3 dan bokasi 2.
Untuk bahan bokasi juga sangat sederhana, yaitu :
1. Gedebong pisang sekitar dua karung
2. Tanaman atau dedaunan kering sekitar dua karung
3. Tetes atau molase satu liter
4. Bekatul 5 kg
5. Decomposser atau pengurai, disini kami menggunakan pupuk sekaligus decomposser buatan sendiri yaitu MANUTTA. 1 liter.
6. Air sekitar 10 liter.
7. Kohe (kotoran hewan, utamakan sapi atau kambing) giling atau halus.
8. Di beri tambahan buah buahan busuk juga bagus.
Langkah pembuatan :
1. Rajang sekecil mungkin gedebong pisang dan dedaunan atau tanaman keringnya, kurang lebih se ukuran dadu.
2. Rendam rajangan sekitar 2 hari untuk melembekan supaya mudah terurai.
3. Campun dan aduk hingga merata kohe, rendaman daun kering dan gedebong pisang dan buah busuk jika ada jangan lupa untuk menaburi bekatul juga.
4. Campurkan tetes atau molase dengan decomposser kedalam air dan aduk hingga merata.
5. Siramkan pada campuran nomor (3) dan aduk berulang hingga merata.
6. Tutup hingga sekitar 21 hari dan aduk berkala setiap dua hari sekali.
Setelah selesai dan sudah tidak mengeluarkan hawa panas setelah di buka, campurkan bokasi tersebut dengan tanah sawah dengan perbangdingan bokasi 2 dan tanah sawah 3. Dan media siap langsung di masukkan dalam drum. Beri jarak sekitar 5 sampai 10 cm dari lubang samping seperti pada gambar yang bertujuanuntuk tempat pemberian air sebegai penyetabil sirkulasi.
Tiap drum bisa menampung sekitar 3 kg benih belut.
Untuk pakan kita bisa menggunakan cacing, dengan skala dan dosis sekitar 1,5 ons per pemberian pakan, pemberian 2 x sehari pagi dan sore. Bisa juka menggunakan pasta ikan yang di campur dengan keong mas atau kul yang di selep halus dan diberi campuran tepung ikan, kenapa tepung ikan ? Karena belut suka makanan yang berbau amis.
Untuk perawatan lainya, jika muncul minyak dan agak banyak di air pada media, bisa di siram atau di ganti dengan mengguyurnya ke arah lubang sampin.
Budidaya belut akan memakan waktu agak lama seperti ikan gabus atau kutuk, kurang lebih sekitar 6 sampai 8 bulan tergantung pada perwatan. Pemberian pakan cacing tidak boleh terlalu banyak ataupun sedikit, jika terlalu banyak nanti akan berefek pada cacing akan berkembang pesat dan belut akan kalan jumlah, dan jika kalah jumlah mereka bisa jadi stres dan meti.
Yosh, mungkin itu dulu yang dapat kami bagikan kepada anda semua tentang budidaya belut, jika ada yang mau di tanyakan bisa menghubungi lewat emanil "bhagaskhoro2287@gmail.com". Jangan lupa komen dan barang kali ada yang keliru dalam artikel ini dan mungkin bisa berbagi dengan saya itu akan lebih baik dan kami sangat berharap. Dan terimakasih, selamat mencoba, sukses buat anda.
Salam Nusantara Bangkit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar