Pagi tadi ada seorang santri yang bertanya "bang, lagi ngapain ?",
"Ini lagi mau mindah taneman ke media yang lebih luas" sahut ku, kembali ia bertanya "tapi kok ada yang beda ya bang ?!", "iya dong, anak muda jaman now gituloh" timpalku sambil senyum senyuman gajelas
Nah dari situ saya berpendapat bahwa berbagi itu sangat penting apa lagi untuk orang yang sama sama sedang belajar.
"Lha emang kalo make polybag biasa kenapa bang buat penyemaianya ?" Si santri yang keliatanya emang sangat ingin tahi,
"Gini bro.... mau tahu crita awalnya apa langsung to the poin aja nih ?"
"Dari awal juga keliatane bagus bang" sambil senyam senyum
"Oke, gini... dulu bermula dari pengalaman mindah benih yang siap tanam ke media yang lebih besar, eh dari total 7 tanaman yang gagal 2 taneman, padahal median pindahnya itu sama, kok bisa ya ?, ku bertanya dalam hati. Setelah merengidentifikasi lagi terkait dengan kejadian itu ketemu dah jawabanya, ternyata kesalahan awal kenapa kok 2 taneman itu gagal ato mati, itu karena kekurang hati hatian ketika merobek polybag sebwlumnya"
"Kok bisa bang salah ngerobek jadi mati tanemanya?"
"Bisa dong" langsung ku sambung lagi " karena tenaman yang masih muda itu bak anak yang masih balita, jika kita lengah sedik terhadap kehati hatian dalam langkah pembesaranya dia akan sangat mudah jatuh, karena masih sangat sensitif, nah apa lagi bagian akar sama daun, itu adalah bagian yang harus seimbang dalam tanaman, banyak daun tapi akarnya sedikit itu terlalu besar penguapan jadi dalam jangka waktu tertentu tanaman akan mengering, dan seterusnya...." dan seterusnya
Nah disitu muncilah bagaimana cara memindah tanaman semai tanpa melukai atau membuat stres tanaman tersebut ?
Salah satu trobosanya adalah dengan menggunakan polybag organik seperti dedaunan kering, sabut kelapa ayau cocopite yang di proses, dan seterusnya.
Tapi disini kita mencontohkan yang menggunakan daun kering sebagai pengganti polybag,
Ini beberapa tips untuk memilah dan menjaga supaya daunya bisa tahan lebih lama
1. Pertama pilih daun yang lebar dan sekiranya kuat untuk kurun waktu sekitar 21 hari,
2. Yang kedua, gunakan media pengganti tanah, seperti cocopite, arang sekam, pasir, dan abu (bisa juga di campurkan), dan kenapa tidak memakai tanah ?, pasti kalian sudah tau ya ?! Yal betul karena tanah memiliki daya urai yang sangat cepat terhadap sampah organik atau tumbuhan.
3. Yang ketiga, beri jarak antara media dengan tanah.
4. Jaga kelembapaan media dengan cara penyiraman embun.
5. Jangan memberi pupuk ketika penyemaian sedang berlangsung.
Selamat mencoba, dan semoga sukses. Jika ada kritik, saran, dan masukan bisa menghubungi *bhagaskhoro287@gmail.com*. Dan terima kasih atas rasa menghargai anda.
Nah dari sekian bahan di atas sebenarnya saya bertujuan untuk sharing lebih kepada anda semua, kenapa karena mungkin dari anda sekalian memiliki pengalaman yang sangat lebih dalam bidang tanaman, entah tanaman sayayur, tanaman palawija, maupun tanaman ber kayu.
Kami tunggu, dan salam petani organik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar